Recent Posts

Thursday, 25 June 2015

0

Tari Dana-dana adalah tari pergaulan remaja yang sampai saat ini
masih berkembang di Daerah Gorontalo dan tarian dana-dana itu sendiri masih eksis sampai skarang di maluku utara.

Dungan Tanali adalah petikan gambus dari Gendang Marwas. Syair pantunnya
berisi pesan-pesan pembangunan yang dapat disimak oleh penonton! .sedang di situs www.bi.go.id pada profil Maluku utara, tertulis sbb:

Tarian Dana-Dana
Salah satu tarian khas Maluku Utara yang biasanya ditarikan
pada saat hajatan berupa acara perkawinan atau pesta rakyat. Keunikannya tari
ini didominasi oleh gerakan-gerakan yang dinamis mengikuti irama musik berisi
pantun bertemakan percintaan dan di lakukan oleh pasangan pria dan wanita yang terdiri dari 5 pria dan 5 wanita.

jadi begitu, mungkin itu hanya kebetulan saja, bahwa namanya sama
yakni: Dana-dana. apapun demikian kita harus tetap menjaga kelestarian budaya
bangsa kita sendiri jangan sampai punah budaya-budaya di maluku utara karna banyak di maluku utara begitu banyaknya tarian-tarian yang ada di maluku utara.

Tari Dana-dana

0


Tarian perisai ini berasal dari Negeri Ema , Provinsi Maluku
biasa digunakan dalam acara penyambutanatau acara-acara adat di Negeri Ema. Tarian Perisai yang dibawakan ini sudah dimodifikasi menjadi tarian yang moderen yang digabungkan dengan Tarian Bambu Gila, dimana tanpa mengurangi Ciri Khas dari tarian tersebut.

Tari Perisai

0

Cakalele adalah tarian perang tradisional Maluku yang digunakan untuk menyambut tamu ataupun dalam perayaan adat. Biasanya, tarian ini dibawakan oleh 30 pria dan wanita. Tarian ini dilakukan secara berpasangan dengan iringan musik drum, flute, bia (sejenis musik tiup).

Para penari pria biasanya mengenakan parang dan salawaku (perisai) sedangkan penari wanita menggunakan lenso (sapu tangan). Penari pria mengenakan kostum yang didominasi warna merah dan kuning, serta memakai penutup kepala aluminum yang disisipi dengan bulu putih. Kostum celana merah pada penari pria melambangkan kepahlawanan, keberanian, dan patriotisme rakyat Maluku. Pedang atau parang pada tangan kanan penari melambangkan martabat penduduk Maluku yang harus dijaga sampai mati, sedangkan perisai dan teriakan keras para penari melambangkan gerakan protes melawan sistem pemerintahan yang dianggap tidak memihak pada rakyat. Sumber lain menyatakan bahwa tarian ini merupakan penghormatan atas nenek moyang bangsa Maluku yang merupakan pelaut. Sebelum mengarungi lautan untuk membajak pesawat, nenek moyang mereka mengadakan pesta dengan makan, minum, dan berdansa. Saat tari Cakalele ditampilkan, terkadang arwah nenek moyang dapat memasuki penari dan kehadiran arwah tersebut dapat dirasakan oleh penduduk asli.

Tari Cakalele

0

Tari Lenso adalah tarian muda-mudi dari daerah Maluku dan Minahasa Sulawesi Utara. Tarian ini biasanya di bawakan secara ramai-ramai bila ada Pesta. Baik Pesta Pernikahan, Panen Cengkeh, Tahun Baru dan kegiatan lainnya. Beberapa sumber menyebutkan, tari lenso berasal dari tanah Maluku. Sedangkan sumber lain menyebut tari ini berasal dari Minahasa.

Tarian ini juga sekaligus ajang Pencarian jodoh bagi mereka yang masih bujang, dimana ketika lenso atau selendang diterima merupakan tanda cinta diterima. Lenso artinya Saputangan. Istilah Lenso, hanya dipakai oleh masyarakat di daerah Sulawesi Utara dan daerah lain di Indonesia Timur.

Dalam tarian ini, yang menjadi perantara adalah lenso atau selendang. Selendang inilah yang menjadi isyarat: selendang dibuang berarti lamaran ditolak, sedangkan selendang diterima berarti persetujuan

Tari Lenso

0


Menurut beberapa sumber tari Musyoh merupakan tari sakral yang berbentuk ritual dalam upaya mengusir arwah orang meninggal lantaran kecelakaan. Tarian ini umumnya di tarikan saat ada seseorang dari warga suku papua yang meninggal lantaran kecelakan dan dipercaya bahwa arwahnya itu tidak tenang. Hingga dengan dilaksanakan tarian ini maka akan membuat arwah orang tersebut dapat tenang.

Tari Musyoh

0

Beragamnya jenis tarian di Indonesia yang unik dan indah sering dijadikan sebagai opening di berbagai acara pergelaran budaya Indonesia hingga dalam acara besar seperti yang diadakan pada tahun 2011 lalu dalam acara ASEAN GAMES (SEA Games XXVI). Dalam pelenggaraan SEA Games tersebut terdapat banyak kesenian berupa tarian tradisional yang ditampilkan sebagai acara pembuka, salah satunya adalah tari selamat datang.

Tari selamat datang merupakan tarian yang berasal dari Papua Timur. Tarian yang menjadi andalan di daerah Papua ini sangat dikenal kekhasan gerakannya yang energik dan dinamis, ditambah dengan aksesoris para penarinya seperti hiasan kalung dan tutup kepala yang terbuat dari kerang atau gigi dan tulang hewan yang menarik seperti hendak berperang ternyata mampu mencuri perhatian para penonton.

Tarian selamat datang menjadi sebuah icon atau ekspresi gembira dan rasa hormat yang ditunjukkan para penduduk Papua dalam ritual penyambutan tamu. Tarian ini melibatkan sekumpulan penari pria dengan pakaian adat papua (memakai sehelai kain yang menutupi bagian depan tubuh) lengkap dengan tameng dan tombak. Terdapat pula sekumpulan orang atau regu musisi yang mengiringi tarian ini dengan alat musik seperti gitar, ukulele, tifa dan stem bass yang biasanya dibuat sendiri oleh penduduk Papua.

Gitar yang digunakan untuk mengiringi tarian selamat datang tidak berbeda jauh dengan gitar yang digunakan masyarakat Indonesia pada umumnya. Sedangkan ukulele adalah sebuah alat musik petik sejenis gitar namun berukuran mini sekitar ± 20 inci. Tifa merupakan alat musik yang mirip dengan gendang, pukulan nada yang keluar dari tifa membuat tarian selamat datang menjadi lebih meriah dan asyik sehingga sangat menarik untuk di ikuti dalam setiap gerakan yang ditampilkan oleh para penari tari selamat datang.

Tarian selamat datang masih tergolong sebagai jenis tarian tradisional, ditambah dengan keaslian adat istiadat Papua yang masih terjaga hingga saat ini, maka dengan keunikan dan asyiknya tarian selamat datang semakin membuat Papua memiliki pesona tersendiri dibandingkan dengan daerah yang lain. Meski Papua menjadi daerah sulit terjamah oleh pemerintah dan masyarakat,Indonesia beruntung memilki Papua yang sangat konsisten dengan menjaga warisan-warisan dari para leluhurnya.

Walaupun tarian selamat datang masih terjaga dari sisi tradisional dan budayanya, kita sebagai generasi bangsa harus tetap menjaga dan melestarikan secara terus menerus tarian yang didominasi dengan gerakan lompat-lompat energik dan diiringi dengan dendangan irama tifa ini untuk para penerus bangsa Indonesia di masa depan. Berinovasi dalam dunia seni tari dengan mengangkat budaya ujung Indonesia yaitu ufuk Merauke dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk nyata kita mencintai Negeri yang kaya ini.

Tari Selamat Datang

0

Merupakan tarian tradisi semua Orang Asli yang ditarikan oleh 18 orang penari lelaki
dan perempuan atau lebih yang akan diketuai oleh seorang lelaki yang berusia
yang bertindak sebagai penyanyi utama.

Penari yang lain akan mengulangi baris nyanyian penyanyi
utama dan bergerak sambil menghentakkan kaki ke lantai. Semasa menari,
mereka akan diiringi alat muzik tradisional yang dinamakan Buluh Cetong yang dihentak
di atas kayu beluti oleh lima wanita di belakang. Tarian ini biasanya ditarikan untuk upacara tradisi
dan juga untuk pesta-pesta keramaian. Jika ditarikan di upacara bersunat, tarian ini dinamakan Tarian Ajok.
Semasa menari mereka akan memakai hiasan yang diperbuat dari pucuk kelapa di mana sesudah menari,
hiasan ini akan dikeringkan dan kemudian dibuang jauh dari tempat laluan orang.

Adalah menjadi pantang hiasan ini dilangkahi atau dibakar. Sekiranya berlaku dipercayai orang yang
melakukannya akan menjadi gila atau jatuh sakit.

Tarian Sewang

Wednesday, 24 June 2015

0

Tari topeng dari Cirebon, merupakan salah satu tarian di tatar Parahyangan. Disebut tari topeng, karena penarinya menggunakan topeng disaat menari. Tari topeng ini sendiri banyak sekali ragamnya, dan mengalami perkembangan dalam hal gerakan, maupun cerita yang ingin disampaikan. Terkadang tari topeng dimainkan oleh saru penari tarian solo, atau bisa juga dimainkan oleh beberapa orang.

Salah satu jenis lainnya dari tari topeng ini adalah Tari topeng kelana kencana wungu merupakan rangkaian tari topeng gaya Parahyangan yang menceritakan ratu Kencana wungu yang dikejar-kejar oleh prabu Menakjingga yang tergila-tergila padanya. Pada dasarnya masing-masing topeng yang mewakili masing-masing karakter menggambarkan perwatakan manusia. Kencana Wungu, dengan topeng warna biru, mewakili karakter yang lincah namun anggun. Menakjingga (disebut juga kelana), dengan topeng warna merah mewakili karakter yang berangasan, tempramental dan tidak sabaran. Tari ini karya Nugraha Soeradiredja.

Gerakan tangan dan tubuh yang gemulai, serta iringan musik yang didominasi oleh kendang dan rebab, merupakan ciri khas lain dari tari topeng.


Tarian Topeng Kelana

0

Tari Merak meerupakan tari paling populer di Tanah Jawa. Versi yang berbeda bisa didapati juga di daerah Jawa Barat dan Jawa Timur.

Seperti namanya tarian Merak merupakan tarian yang melambangkan gerakan-gerakan burung Merak. Merupakan tarian solo atau bisa juga dilakukan oleh beberapa orang penari. Penari umumnya memakai selendang yang terikat dipinggang, yang jika dibentangkan akan menyerupai sayap burung. Penari juga memakai mahkota berbentuk kepala burung Merak. Gerakan tangan yang gemulai dan iringan gamelan, merupakan salah satu karakteristik tarian ini.

Tari Merak

0

Tari Sekapur Sirih ialah tari selamat datang yang ditarikan oleh muda mudi dalam menyambut para jemputan (tamu) yang datang ke Bumi Melayu Lancang Kuning, Provinsi Riau.

Para penari dengan jumlah banyak , lengkap dengan tepak sirih dan peralatan penyambutan. Para jemputan dipersilakan untuk mencicipi sirih dari tepak sirih yang dibawa oleh penari sebagai ungkapan pernghormatan dan persahabatan dengan masyarakat melayu Riau di akhir sesi tari ini.

Tari Sekapur Sirih

0

Tari Ratéb Meuseukat merupakan salah satu tarian Aceh yang berasal dari Aceh. Nama Ratéb Meuseukat berasal dari bahasa Arab yaitu ratéb asal kata ratib artinya ibadat dan meuseukat asal kata sakat yang berarti diam.

Diberitakan bahwa tari Ratéb Meuseukat ini diciptakan gerak dan gayanya oleh anak Teungku Abdurrahim alias Habib Seunagan (Nagan Raya), sedangkan syair atau ratéb-nya diciptakan oleh Teungku Chik di Kala, seorang ulama di Seunagan, yang hidup pada abad ke XIX. Isi dan kandungan syairnya terdiri dari sanjungan dan puji-pujian kepada Allah dan sanjungan kepada Nabi, dimainkan oleh sejumlah perempuan dengan pakaian adat Aceh. Tari ini banyak berkembang di Meudang Ara Rumoh Baro di kabupaten Aceh Barat Daya.

Pada mulanya Ratéb Meuseukat dimainkan sesudah selesai mengaji pelajaran agama malam hari, dan juga hal ini tidak terlepas sebagai media dakwah. Permainannya dilakukan dalam posisi duduk dan berdiri. Pada akhirnya juga permainan Ratéb Meuseukat itu dipertunjukkan juga pada upacara agama dan hari-hari besar, upacara perkawinan dan lain-lainnya yang tidak bertentangan dengan agama.

Saat ini, tari ini merupakan tari yang paling terkenal di Indonesia. Hal ini dikarenakan keindahan, kedinamisan dan kecepatan gerakannya. Tari ini sangat sering disalahartikan sebagai tari Saman milik suku Gayo. Padahal antara kedua tari ini terdapat perbedaan yang sangat jelas. Perbedaan utama antara tari Ratéb Meuseukat dengan tari Saman ada 3 yaitu, pertama tari Saman menggunakan bahasa Gayo, sedangkan tari Ratéb Meuseukat menggunakan bahasa Aceh. Kedua, tari Saman dibawakan oleh laki-laki, sedangkan tari Ratéb Meuseukat dibawakan oleh perempuan. Ketiga, tari Saman tidak diiringi oleh alat musik, sedangkan tari Ratéb Meuseukat diiringi oleh alat musik, yaitu rapa’i dan geundrang.

Keterkenalan tarian ini seperti saat ini tidak lepas dari peran salah seorang tokoh yang memperkenalkan tarian ini di pulau Jawa yaitu Marzuki Hasan atau biasa disapa Pak Uki.

Tari Ratéb Meuseukat

0
Tari piring merupakan sebuah seni tarian milik orang Minangkabau yang berasal dari Sumatra Barat. Ia merupakan salah satu seni tarian Minangkabau yang masih diamalkan penduduk Negeri Sembilan keturunan Minangkabau.

Tarian ini memiliki gerakan yang menyerupai gerakan para petani semasa bercucuk tanam, membuat kerja menuai dan sebagainya. Tarian ini juga melambangkan rasa gembira dan syukur dengan hasil tanaman mereka. Tarian ini merupakan tarian gerak cepat dengan para penari memegang piring di tapak tangan mereka, diiringi dengan lagu yang dimainkan oleh talempong dan saluang. Kadangkala, piring-piring itu akan dilontar ke udara atau pun dihempas ke tanah dan dipijak oleh penari-penari tersebut.

Tari Piring

Sejarah Tari Video

Gamelan dan Tari Video